Senin, 06 November 2017



RESENSI BUKU

Penulis: Dra. Hj. T. Sutjihati Soemantri, M.Si.,psi.
Judul: Psikologi Anak Luar Biasa
Jumlah Halaman: 216 halaman
Penerbit: PT Refika Aditama
Tahun Terbit: 2006
Ukuran: 26 X 16 cm
Resensi Buku:
            Penulis buku Psikologi Anak Luar Biasa ini dapat dipakai sebagai rujukan dan sebagai sumber bagi para mahasiswa dan dosen untuk mencari referensi mata kuliah yang diajarkan di kampus maupun sebagai bahan ajaran khususnya dalam jurusan pendidikan luar biasa. Selain di peruntukan bagi dosen dan mahasiswa buku ini juga dapat di gunakan untuk umum sebagai penambah ilmu dan wawasan mengenai macam-macam gangguan psikis anak berkebutuhan khusus atau yang biasa dikenal sebagai anak luar biasa.
            Pada bab I penulis mencantumkan kajian psikologis tentang perkembangan anak yang didalamnya mencakup : 1) konsep dasar tentang perkembangan di sini di bahas bahwasanya pengertian pertumbuhan dan perkembangan adalah dua hal yang hampir sama namun sejati nya berbeda. 2) Aspek-aspek perkembangan anak , aspek perkembangan anak meliputi periode perkembangan anak, pengembangan fisik, dan perkembangan kemampuan kognitif. 3) Permulaan tingkah laku sosial pada anak-anak awal dan masa remaja. 4) Perkembangan kepribadian, di dalam buku ini juga  menjelaskan berbagai masalah perkembangan kepribadian pada anak yang meliputi gangguan psikis, gangguan emosi, dan masih banyak lainya.
            Pada Bab II sampai pada Bab VIII penulis mulai memasuki pembahasan inti yaitu pembahasan mengenai anak berkebutuhan khusus. Bab II penulis membahas mengenai karakteristik dan masalah perkembangan anak tunanetra, seperti pengertian anak tunanetra, faktor-faktor penyebab ketunanetraan, perkembangan kognitif anak tunanetra, perkembangan motorik anak tunanetra, perkembangan emosi dan sosial anak tunanetra, perkembangan kepribadian anak tunanetra, serta masalah dan dampak ketunanetraan bagi keluarga, masyarakat, dan penyelenggara pendidikan. Pada Bab III membahas mengenai karakteristik dan masalah perkembangan anak tuna rungu pada pembahasan dalam buku ini juga di jelaskan berbagai kendala anak tuna rungu dalam menyelenggarakan pendidikan, pengaruh perkembangan pada perkembangan bicara., perkembangan fisik anak tuna rungu. Bab IV sama seperti pembahasan pada bab sebelumnya hanya saja ada beberapa pembahasan mengenai cara penyesuaian sosial anak tuna grahita, Bab ini sangat penting kita pelajari karena dengan mengetahui cara-cara penyesuaian sosial anak tunagrahita membuat kita paham dan mampu menghargai mereka saat mereka sedang berada di dalam masyarakat. Bab V ini penulis menyajikan materi mengenai tinjauan historic anak tuna daksa yang menyebutkan bahwa distribusi anak tuna daksa menurut hasil pencatatan di Amerika Serikat tahun 1951 meliputi:
Gangguan bersifat pembawaan           : 21%
Gangguan tulang dan organ gerak      : 20%
Poliomyelitis                                       : 13,2%
Celebral Palasy                                    : 8,8%
Gangguan pendengaran                      : 5,7%
Demam rematik                                   : 3,8%
Selain itu pada Bab V ini juga di bahas mengenai perkembangan fisik anak tuna daksa, perkembangan kognitif anak tuna daksa, perkembangan emosi anak tuna daksa, perkembangan bahasa dan bicara anak tuna daksa. Bab VI membahas mengenai karakteristik dan masalah perkembangan anak tuna laras yang mencakup pengertian anak tuna laras, faktor-faktor penyebab ketunalarasan, perkembangan kognitif anak tunalaras, perkembangan kepribadian anak tunalaras, perkembangan emosi anak tuna laras, perkembangan sosial anak tunalaras, dan dampak ketunalarasan bagi individu dan lingkungan. Bab VII pada bab ini lah penulis penerangkan secara rinci dan detail di bandingkan dengan Bab sebelumnya pada Bab ini penulis membahas mengenai karakteristik dan masalah perkembangan anak berbakat. Pada bab ini di paparkan hakekat anak berbakat yang secara yuridis formal layanan pendidikan bagi anak berbakat telah mendapat tempat di dalam system pendidikan nasional. Dalam pandangan mutakhir, keberbakatan tidak semata-mata merujuk kepada fungsi kognitif, melainkan merujuk pada totalitas dan keterpaduan fungsi otak. Masalah kreativitas dan keterbakatan, kreativitas dan keterbakatan adalah dua hal yang dapat di bedakan tetapi amat erat kaitannya.
Karakteristik umum anak berbakat, perkembangan fisik anak berbakat seperti kasus IS, kasus DHS, kasus RS, selain itu yang di bahas pada bab ini adalah perkembangan emosi anak berbakat, identifikasi anak berbakat, masalah-masalah dan dampak keberbakatan, masalah bagi individu, masalah bagi keluarga dan masyarakat, dimensi program pendidikan anak berbakat.
Bab  VIII pada Bab terakhir ini penulis berusaha memaparkan mengenai definisi anak berkesulitan belajar spesifik, faktor yang menimbulkan kesulitan belajar, karakteristik anak berkesulitan belajar, aspek kognitif anak berkesulitan belajar, aspek bahasa anak berkesulitan belajar spesifik, aspek motorik anak berkesulitan belajar spesifik, aspek sosial dan emosi anak berkebutuhan belajar spesifik, sebab-sebab kesulitan belajar, identifikasi anak berkesulitan belajar, masalah dan dampak dari anak berkesulitan belajar spesifik.
            Pada buku ini selain mencakup berbagai informasi mengenai karakteristik anak berkebutuhan khusus buku ini juga menyajikan berbagai soal dan pertanyaan sebagia penguji kemampuan pembaca setelah membaca dan memahami buku tersebut dan di harapkan dapat meningkatan kemampuan dalam berfikir dan menangani anak-anak berkebutuhan khusus, dan adapun kelemahan dari buku tersebut adalah kurangnya pemaparan contoh mengeai kasus kasus yang terjadi pada anak berkebutuhaan khusus.