RESENSI
BUKU
Penulis:
Dra. Hj. T. Sutjihati Soemantri, M.Si.,psi.
Judul:
Psikologi Anak Luar Biasa
Jumlah
Halaman: 216 halaman
Penerbit:
PT Refika Aditama
Tahun
Terbit: 2006
Ukuran:
26 X 16 cm
Resensi
Buku:
Penulis
buku Psikologi Anak Luar Biasa ini dapat dipakai sebagai rujukan dan sebagai
sumber bagi para mahasiswa dan dosen untuk mencari referensi mata kuliah yang
diajarkan di kampus maupun sebagai bahan ajaran khususnya dalam jurusan
pendidikan luar biasa. Selain di peruntukan bagi dosen dan mahasiswa buku ini
juga dapat di gunakan untuk umum sebagai penambah ilmu dan wawasan mengenai
macam-macam gangguan psikis anak berkebutuhan khusus atau yang biasa dikenal
sebagai anak luar biasa.
Pada
bab I penulis mencantumkan kajian psikologis tentang perkembangan anak yang
didalamnya mencakup : 1) konsep dasar tentang perkembangan di sini di bahas
bahwasanya pengertian pertumbuhan dan perkembangan adalah dua hal yang hampir
sama namun sejati nya berbeda. 2) Aspek-aspek perkembangan anak , aspek
perkembangan anak meliputi periode perkembangan anak, pengembangan fisik, dan
perkembangan kemampuan kognitif. 3) Permulaan tingkah laku sosial pada
anak-anak awal dan masa remaja. 4) Perkembangan kepribadian, di dalam buku ini
juga menjelaskan berbagai masalah perkembangan
kepribadian pada anak yang meliputi gangguan psikis, gangguan emosi, dan masih
banyak lainya.
Pada
Bab II sampai pada Bab VIII penulis mulai memasuki pembahasan inti yaitu
pembahasan mengenai anak berkebutuhan khusus. Bab II penulis membahas mengenai
karakteristik dan masalah perkembangan anak tunanetra, seperti pengertian anak
tunanetra, faktor-faktor penyebab ketunanetraan, perkembangan kognitif anak
tunanetra, perkembangan motorik anak tunanetra, perkembangan emosi dan sosial
anak tunanetra, perkembangan kepribadian anak tunanetra, serta masalah dan
dampak ketunanetraan bagi keluarga, masyarakat, dan penyelenggara pendidikan.
Pada Bab III membahas mengenai karakteristik dan masalah perkembangan anak tuna
rungu pada pembahasan dalam buku ini juga di jelaskan berbagai kendala anak
tuna rungu dalam menyelenggarakan pendidikan, pengaruh perkembangan pada
perkembangan bicara., perkembangan fisik anak tuna rungu. Bab IV sama seperti
pembahasan pada bab sebelumnya hanya saja ada beberapa pembahasan mengenai cara
penyesuaian sosial anak tuna grahita, Bab ini sangat penting kita pelajari
karena dengan mengetahui cara-cara penyesuaian sosial anak tunagrahita membuat
kita paham dan mampu menghargai mereka saat mereka sedang berada di dalam
masyarakat. Bab V ini penulis menyajikan materi mengenai tinjauan historic anak
tuna daksa yang menyebutkan bahwa distribusi anak tuna daksa menurut hasil
pencatatan di Amerika Serikat tahun 1951 meliputi:
Gangguan bersifat pembawaan : 21%
Gangguan tulang dan organ gerak :
20%
Poliomyelitis :
13,2%
Celebral Palasy :
8,8%
Gangguan pendengaran :
5,7%
Demam rematik :
3,8%
Selain itu pada Bab V ini juga di bahas mengenai
perkembangan fisik anak tuna daksa, perkembangan kognitif anak tuna daksa,
perkembangan emosi anak tuna daksa, perkembangan bahasa dan bicara anak tuna
daksa. Bab VI membahas mengenai karakteristik dan masalah perkembangan anak
tuna laras yang mencakup pengertian anak tuna laras, faktor-faktor penyebab
ketunalarasan, perkembangan kognitif anak tunalaras, perkembangan kepribadian
anak tunalaras, perkembangan emosi anak tuna laras, perkembangan sosial anak
tunalaras, dan dampak ketunalarasan bagi individu dan lingkungan. Bab VII pada
bab ini lah penulis penerangkan secara rinci dan detail di bandingkan dengan
Bab sebelumnya pada Bab ini penulis membahas mengenai karakteristik dan masalah
perkembangan anak berbakat. Pada bab ini di paparkan hakekat anak berbakat yang
secara yuridis formal layanan pendidikan bagi anak berbakat telah mendapat
tempat di dalam system pendidikan nasional. Dalam pandangan mutakhir,
keberbakatan tidak semata-mata merujuk kepada fungsi kognitif, melainkan
merujuk pada totalitas dan keterpaduan fungsi otak. Masalah kreativitas dan
keterbakatan, kreativitas dan keterbakatan adalah dua hal yang dapat di bedakan
tetapi amat erat kaitannya.
Karakteristik umum anak berbakat, perkembangan fisik
anak berbakat seperti kasus IS, kasus DHS, kasus RS, selain itu yang di bahas
pada bab ini adalah perkembangan emosi anak berbakat, identifikasi anak
berbakat, masalah-masalah dan dampak keberbakatan, masalah bagi individu,
masalah bagi keluarga dan masyarakat, dimensi program pendidikan anak berbakat.
Bab VIII pada
Bab terakhir ini penulis berusaha memaparkan mengenai definisi anak
berkesulitan belajar spesifik, faktor yang menimbulkan kesulitan belajar,
karakteristik anak berkesulitan belajar, aspek kognitif anak berkesulitan
belajar, aspek bahasa anak berkesulitan belajar spesifik, aspek motorik anak
berkesulitan belajar spesifik, aspek sosial dan emosi anak berkebutuhan belajar
spesifik, sebab-sebab kesulitan belajar, identifikasi anak berkesulitan
belajar, masalah dan dampak dari anak berkesulitan belajar spesifik.
Pada
buku ini selain mencakup berbagai informasi mengenai karakteristik anak berkebutuhan
khusus buku ini juga menyajikan berbagai soal dan pertanyaan sebagia penguji
kemampuan pembaca setelah membaca dan memahami buku tersebut dan di harapkan
dapat meningkatan kemampuan dalam berfikir dan menangani anak-anak berkebutuhan
khusus, dan adapun kelemahan dari buku tersebut adalah kurangnya pemaparan
contoh mengeai kasus kasus yang terjadi pada anak berkebutuhaan khusus.
